LafranPane, Seorang Nasionalis yang Religius Dengarkan artikel ini Download PDF "Di mana pun kau berkiprah tak ada masalah, yang penting semangat keislaman dan keindonesiaan itu yang harus kau pegang teguh." (Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam). Adalahsosok Lafran Pane, sang pencetus organisasi HMI yang sangat bersahaja. Lahir di daerah Sipirok (tempat kelahiran mimin juga) pada tanggal 5 Februari 1922. HMI sendiri muncul dan digagas pada bulan November 1946 pada saat beliau menjadi mahasiswa semester 1 di STI (Sekolah Tinggi Islam), serang bernama UII (Universitas Islam Indonesia). Dalamkesempatan lain, pada pidato pengukuhan Lafran Pane sebagai Guru Besar dalam mata pelajaran Ilmu Tata Negara pada Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, IKIP Yogyakarta ( sekarang UNY ), pada hari kamis tanggal 16 Juli 1970, Lafran menyebutkan bahwa Pancasila merupakan hal yang tidak bisa berubah. LAFRANPANE: Apa itu din? Sabtu, 21 Juli 2012 Apa itu din? Din berasal dari bahasa Arab dan dalam Al-Qur'an disebutkan sebanyak 92 kali. Menurut arti bahasa (etimologi), din diartikan sebagai balasan dan ketaatan. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cáș§n Cmnd. Riwayat Hidup dan Perjuangannya Lafran Pane lahir di kampong Pangurabaan Kecamatan Sipiriok, yang terletak di kaki Gunung SIBUALBUALI, 38 kilometer kearah Utara dari Padangsidempuan, Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan, pada tanggal 12 April 1923. Sebenarnya Lafran Pane lahir di Padangsidempuan 5 Februari 1922. Untuk menghindari berbagai macam tafsiran, karena bertepatan dengan berdirinya HMI Lafran Pane mengubah tanggal lahirnya menjadi 12 April 1923. Beliau adalah anak keenam dari keluarga Sutan Pangurabaan Pane dari ibu pertama, yang meninggal 2 tahun setelah si anak bungsu Lafran Pane lahir. Lima orang saudara sekandung lainnya ialah Nyonya Tarip, Sanusi Pane, Armijn Pane, Nyonya Bahari Siregar, Nyonya Ali Hanfiyah. Dan dua orang saudara seayah yaitu Nila Kusuma Pane dan Krisna Murti Pane. Ayahnya Sutan Pangurabaan adalah tokoh Partai Indonesia PARTINDO di daerah Sumatera Utara, di samping sebagai seorang Wartawan dan penulis, juga menjadi Direktur Oto Dinas Pengangkutan ODP “SIBUALBUALI”, yang berpusat di kota Sipiriok, suatu perusahaan otobis Nasional yang tertua di seluruh Sumatera Utara. Sedang nenek dari Lafran Pane adalah adik dari seorang Ulama Besar yang fanatic dengan Islam. Namanya Syekh Badurrahman. Karena tidak merasakan kasih sayang ibu kandung sebagaimana mestinya dan tidak puas dengan asuhan ibu tiri, akhirnya seorang Lafran Pane dihinggapi penyakit rasa rendah diri, lalu mengakibatkan kompensasi berupa kenakalan yang luar biasa dan jalan pikiran yang sulit dimengerti termasuk ayahnya sendiri. Sebelum Lafran menginjak bangku sekolah atau pesantren secara formil, terlebih dahulu jiwa keagamaanya diisi dengan belajar “Sifat dua puluh”, seperti Ujud, Qidam, Baqo,Muholi dan seterusnya, yang diiringi dengan artinya. Di samping itu pula belajar, yang dalam bahasa Tapanuli disebut “ALIF – ALIF”, yakni mempelajari membaca huruf – huruf abjad Al-quran, sebagai satu jenjang untuk dapat membaca Al-quran denga baik dan benar. Kedua macam pendidikan itu diperoleh Lafran dari seorang guru terkemuka di kampung halamannya Panggurabaan, namanya Malim Mahasan. Berkat didikan Malim Mahasan tersebut, Lafran kecil sudah terisi jiwa keagamaannya, dan inilah yang membekali hidupnya secara mendasar dalam masalah bimbingan keagamaan, yang sangat prinsipil dalam kehidupan seorang manusia. Pendidikan di bangku sekolah dimulainya di pesantren Muhammadiyah Sipiriok, Sekolah desa 3 tahun, semuanya tidak tamat. Lalu pindah ke Sibolga, masuk Sekolah HIS Muhammadiyah. Kemudian kembali lagi ke Sipiriok, masuk Ibtidaiyah diteruskan ke Wustha. Dari Wustha pindah ke Taman Antara Taman Siswa Sipiriok. Selanjutnya pindah ke Taman Antara Taman Siswa di tamat dai Taman Siswa sudah dikeluarkan dari sekolah. Lantas meninggalkan rumah tempat tinggalnya, yakni rumah kakak kandungnya Nyonya dr. Tarip, dan menjadi petualang di sepanjang jalanan kota Medan. Tidur tidak menentu, kadang sudah menggeletak di kaki lima, di emper-emper toko, sambil sebagai penjual karcis bioskop, main kartu, menjual es lilin, sebagai penyambung hidup. Begitulah masa muda Lafran yang di habiskan dengan menggelandang di kota Medan. Beberapa saat kemudian Lafran pindah ke Batavia pada tahun 1937, atas permintaan abang kandungnya Armijn Pane dan Sanusi Pane, di Batavia memulai sekolah di kelas 7 HIS Muhammadiyah, menyambung ke MULO Muhammadiyah, ke AMS Muhammadiyah, kemudian ke Taman Dewasa Raya Jakarta. Di semua sekolah itu, gurunya mengakui bahwa Lafran Pane adalah murid cerdas, walaupun nakal yang luar biasa, yang menyebabkan Lafran memasuki organisasi “BENDE” yang bernama “ZWERTE BENDE”, seperti “GANG” pada masa itu. Karena tingkah lakunya lafran sering berkenalan dengan meja hijau, dan dituntut membayar denda, tetapi selalu dibela oleh “BENDE”-nya walaupun berat. Ketika sekolah di Taman Dewasa Raya Jakarta, Lafran Pane bertemu dengan Dipa Nusantara Aidit, dan di zaman Belanda bersama – sama memasuki Barisan Pemuda GERINDO, yang pada akhirnya antara Lafran dan Aidit memiliki keyakinan berlawanan kontras, dan Aidit pernah memimpin aksi untuk membubarkan HMI yang notabane adalah organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane. Pada tahun 1942, lantaran Jepang masuk Indonesia pada tanggal 9 Maret 1942, lalu pulang ke Padangsidempuan sebagai “pokrol” tetapi lantas kena fitnah, dituduh memberontak Jepang, lalu dituntut hukuman mati, tetapi tidak jadi karena pengaruh ayahnya di Padangsidempuan yang begitu besar. Namun dengan fitnah itu membuat Lafran harus meninggalkan Sumatera dan kembali ke Jakarta pada tahun 1943. sejak keberangkatannya kembali ke Jakarta, Lafran Pane mengalami proses kejiwaan yang radikal. Insan kamilnya mulai tergugah, lalu mencari apa sebenarnya hakekat hidup ini. Lafran merindukan sifat – sifat mulia dan menanyakan apa sesungguhnya azas segala sesuatu. Ia menyadari betapa pentingnya kembali ke dasar keyakinan. Sejak itu ia sering merenung, tafakur. Sekembali ke Jawa, Lafran bekerja di kantor Statistik Jakarta. Karena kecakapannya berbahasa Jepang, ia diminta supaya bekerja pada suatu perusahaan besar “APOTHEK BAVOSTA”, dan menjadi pemimpin umum Apothek tersebut tahun 1945. setelah tentara sekutu memasuki Jakarta, yang memnyebabkan berkobarnya api pertempuran. Tanggal 4 Januari 1946, Presiden, Wakil Presiden pindah ke Yogyakarta, lantas menjadi Ibukota Republik Indonesia. Sekolah Tinggi Islam STI, yang berdiri tanggal 27 Rajab 1364 H/8 Juli 1945 di Jakarta, tanggal 10 April 1946 ikut pula hijrah ke Ibukota Yogyakarta, dan sejak tanggal 20 Mei 1948, berganti nama menjadi Univeraitas Islam Indonesia UII. Kepindahan STI ke Yogyakarta membuat mahasiswanya pindah ke Yogyakarta untuk meneruskan kuliah, dan mahasiswa baru pun masuk, dimana salah seorang mahasiswa baru bernama Lafran Pane, yang usianya berumur 23 tahun. Selain kuliah merangkap Departemen Sosial. Perubahan jiwa Lafran Pane setelah masuk STI lantas mendapat kuliah Agama Islam dari Prof. Abdul Kahar Mudzakkir, Bapak Husein Yahya, Rasyidi dan ketekunannya membaca buku – buku Agama Islam, membuat ia bertambah yakin dan mempunyai pendirian yang semakin teguh, bahwa Islam sebagai satu – satunya pedoman hidup yang sempurna. Semasa di STI, lafran menjadi ketua III Senat Mahsiswa STI di samping Janamar Azam dan Amin Syakhri. Di PMY Lafran juga ikut sebagai Pengurus mewakili Mahasiswa STI. Jadi, tidak mengherankan apabila Lafran Pane banyak bergaul denga mahasiswa dan memiliki banyak teman. Sebelum tamat di STI, Lafran pindah ke Akademi Ilmu Politik AIP, pada bulan April 1948. setelah Universitas Gadjah Mada dinegerikan tangal 19 Desember 1949, dan AIP dimasukkan dalam Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial Politik HESP. Dalam sejarah UGM, Lafran termasuk dalam mahasiswa yang pertama kali lulus mencapai titel Sarjana Drs, yaitu tanggal 26 januari 1953. Dengan sendirinya Drs. Lafran Pane menjadi Sarjana Politik pertama di Indonesia. Karier Lafran Pane di bidang pendidikan ialah Menjadi Direktur Kursus B I & B II Negeri Yogyakarta, yang diselengarakan oleh Kementrian PP & K dan akhirnya menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan FKIP UGM. Pelopor berdirinya IKIP Yogyakarta. Pernah menjadi Dekan Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial IKIP Yogyakarta. Pernah menjadi Dosen Fakultas Sospol UGM, Akademi Tabligh Muhammadiyah ATM dan Dosen UII. Pernah menjadi Dosen IAIN, hingga terjadinya peristiwa 10 Oktober 1963. Sepuluh tahun kemudian, atas permintaan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai tahun 1973, Lafran Pane kembali memberi kuliah sebagai Guru Besar dalam Ilmu Tata Negara Dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, sejak tanggal 1 Desember 1966, Lafran Pane diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Tata Negara. Dalam Organisasi, selain tokoh pendiri HMI, dikal Ikatan Sarjana Muslimin Indonesia ISMI didirikan oleh rekan seperjuangannya Ir. Sanusi tanggal 11 Februari 1963 di Jakarta, Lafran menjadi anggota dan mensponsori pembentukan cabang di Yogyakarta, hingga ISMI dilebur ke dalam Persatuan Sarjana Muslim Indonesia PERSAMI tajun 1964 yang independen. Lafran Pane juga terjun ke dalam KASI Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia, dan menjadi 5 besar pimpinan KASI. Hasil Karya ilmiah Lafran Pane ialah Wewenang MPR. Kedudukan Dekrit Presiden. Kedudukan Presiden. Kekuasaan Luar Biasa Presiden. Kedudukan Komite Nasional Indonesia Pusat KNIP. Tujuan Negara. Kembali ke UUD 45. Memurnikan Pelaksanaan UUD 45. Perubahaan Konstitusional. Pemrakarsa Proklamasi 17 Agustus 1945. Pada zaman Jepang bersama pemuda yang lain, Lafran Pane termasuk dalam golongan pemuda yang dibina oleh Kaigun Angkatan Laut Jepang. Saat Jepang menyerah kepada sekutu tanggal 14 Agustus 1945, pemuda dan mahasiswa Indonesia termasuk di dalamnya Lafran Pane mengikrarkan “ Tidak mau menerima Kemerdekaan Indonesia dari Jepang seperti apa yang deipersiapkan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI”. Ikrar itu dicetuskan di gedung Menteng Raya 31 Jakarta. Tiga hari kemudian, 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Pengangsaan Timur 56 Jakarta, ke seluruh dunia, oleh Soekarno – Hatta, sesuai dengan ikrar para pemuda/mahasiswa di atas. Kepala Pusat Sejarah ABRI Departemen Pertahanan /Keamanan Brigjen Nugroho Notosusanto dalam memberikan keterangan kepada Harian KOMPAS Jakarta, yang dimuat tanggal 16 Agustus 1975 No. 42/XI halaman IV, mengatakan, kelompok yang memegang peranan penting dalam proklamasi 17 Agustus 1945, ada 4 kelompok, yaitu Pertama, kelompok sekitar Soekarno-Hatta dan PPKI, yang secara sosiologis umumnya terdiri dari “golongan tua” dan sudah punya riwayat perjuangan sejak zaman Belanda. Kedua, kelompok Mahasiswa/Pelajar. Ketiga, kelompok Pengusir Tentara Asing PETA. Meskipun tidak semua anggota PETA masuk dalam kelompok ini. Pemuda Singgih yang menculik Bung Karno, Bung Hatta, adalah seorang Shodanco PETA dari Batalyon Jakarta. Keempat, kelompok campur aduk yang bermarkas di Menteng Raya 31. menurut Nugroho Notosusanto, Menteng Raya baru menonjol setelah terbentuknya “komite van Aksi” sesudah Proklamasi. Tujuan Komite ini untuk menghimpun unsue kaum muda. Pimpinannya terdiri dari Sukarni, N. Nitimiharjo, Adam Malik, Wikana, Chaerul Saleh, Pandu Wiguna, Kusnaeni, Darwis, Johar Nur, Armunanto dan Hanafi. Jika dihubungkan apa yang diperbuat oleh Lafran Pane di saat – saat Proklamasi 17 Agustus 1945 beserta teman – temannya yang lain, dengan keterangan Brigjen Nugroho Notosusanto di atas, maka Lafran Pane termasuk dalam kelompok kempat, sebagai kelompok yang memegang peranan penting dalam Proklamasi 17 Agustus 1945. Mendirikan HMI. Dengan landasan taqwa yang mendasar, dikala Lafran Pane melihat kenyataan kehidupan kemahasiswaan di Yogyakarta, yang sedang menyedihkan bagi perkembangan Agama Islam kelak, maka bersama kawan – kawannya sekuliah dan seide, pada tanggal 5 Februaru 1947 mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam HMI. Bagi Lafran Pane mendirikan HMI, bukan karena hobby yang bisa diurus dan dikembangkan dengan kerja “sambil lalu”. HMI sebagai suatu alat perjuangan ummat Islam, harus dibina dan dikembangkan dengan penuh kesungguhan, teratur dan terencana. Maka, karena HMI dimasa mula berdirinya memerlukan pembinaan yang terus menerus, agar kehidupannya tetap bisa kokoh, untuk memperjuangkan cita-cita luhur. Dalam suka duka HMI, Lafran Pane tetap mengikuti perkembangan HMI. Kalau ada kongres atau acara – acara HMI lainnya, diundan atau tidak diundang, kalau sehat dan ada kesempatan Lafran Pane biasanya hadir, agak awal dari lainnya. Semasa HMI mendapatkan tekanan dan ganyangan dari PKI/CGMI cs ditahun 1964-1965, Lafran Pane termasuk orang yang menderita. Rumah beliau dicoret – coret oleh CGMI, dengan kata – kata hasutan dan fitnah. Lafran Pane termasuk orang yang berusaha untuk disingkirkan PKI, karena beliau pendiri HMI. Sifat yang paling menonjol Lafran Pane adalah mempunyai pendirian yang teguh dalam mencapai dan memperjuangkan cita – cita. Jika Lafran telah memutuskan sesuatu karena Allah semata, tidak boleh tidak dia akan berusaha mencapainya. Keteguhan hati dapat dilihat Lafran Pane saat mendirikan HMI, walaupun banyak mendapat rintangan dari berbagai pihak, dan diancam bahwa HMI tidak akan berumur panjang. Sifat keteguhan pendirian itu sudah menjiwai dalam hidup dan kehidupan Lafran Pane sehari – hari. Pada 25 Januari 1991, beliau meninggal dunia. Yudi Latif dalam bukunya Intelegensia Muslim dan Kuasa Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad Ke-20, hal 502 menyebutkan Lafran Pane sebagai generasi ketiga inteligensia muslim Indonesia setelah generasi pertama Tjokroaminoto, Agus Salim,dll, generasi kedua M. Natsir, M. Roem dan Kasman Singodimedjo pada 1950-an, generasi keempat Nurcholish Majid, Imadudin Abdurrahim dan Djohan Efendi pada 1970-an. Liste de mots commençant par KATA Voici la liste de tous les mots français commençant par KATA groupĂ©s par nombre de lettres kata, kataf, katal, Katar, katas, katafs, katals, katana, katanas, Katanga. Il y a 66 mots qui commencent par KATA. Cliquez sur un mot commençant par KATA pour voir sa dĂ©finition. → 1 mots de 4 lettres en kata kata → 4 mots de 5 lettres en kata kataf katal Katar katas → 3 mots de 6 lettres en kata katafs katals katana → 2 mots de 7 lettres en kata katanas Katanga → 2 mots de 8 lettres en kata katakana katakoua → 5 mots de 9 lettres en kata katakanas katakouas Katangais katangais katangite → 8 mots de 10 lettres en kata katajjaniq katakanisa katakanisĂ© katakanise Katangaise katangaise katangaĂŻte katangites → 11 mots de 11 lettres en kata katakanisai katakanisas katakanisĂąt katakanisĂ©e katakaniser katakanisĂ©s katakanises katakanisez katangaises Katangaises katangaĂŻtes → 8 mots de 12 lettres en kata katakanisais katakanisait katakanisant katakanisĂ©es katakanisent katakanisera katakanisiez katakanisons → 7 mots de 13 lettres en kata katakanisĂąmes katakanisasse katakanisĂątes katakaniserai katakaniseras katakaniserez katakanisions → 9 mots de 14 lettres en kata katagĂ©lophobie katakanisaient katakanisasses katakaniserais katakaniserait katakanisĂšrent katakaniseriez katakaniserons katakaniseront → 4 mots de 15 lettres en kata katagĂ©lophobies katakanisassent katakanisassiez katakaniserions → 2 mots de 16 lettres en kata katakanisassions katakaniseraient Trop de mots ? Limiter aux formes du dictionnaire sans pluriels, fĂ©minins et verbes conjuguĂ©s. Mots Avec est un moteur de recherche de mots correspondant Ă  des contraintes prĂ©sence ou absence de certaines lettres, commencement ou terminaison, nombre de lettres ou lettres Ă  des positions prĂ©cises. Il peut ĂȘtre utile pour tous les jeux de mots crĂ©ation ou solution de mots-croisĂ©s, mots-flĂ©chĂ©s, pendu, Le Mot le Plus Long Des Chiffres et des Lettres, Scrabble, Boggle, Words With Friends etc. ainsi que pour la crĂ©ation littĂ©raire recherche de rimes et d'alitĂ©rations pour la poĂ©sie, et de mots satisfaisants aux contraintes de l'Ouvroir de LittĂ©rature Potentielle OuLiPo telles que les lipogrammes, les pangrammes, les anagrammes, le monovocalisme et le monoconsonnantisme etc. Les mots et leurs dĂ©finitions sont issus du dictionnaire francophone libre Wiktionnaire publiĂ© sous la licence libre Creative Commons attribution partage Ă  l'identique. A noter le Wiktionnaire contient beaucoup plus de mots en particulier des noms propres que les autres dictionnaires francophones comme le dictionnaire Officiel du Scrabble ODS publiĂ© par Larousse environ 400 000 mots et formes flĂ©chies noms et adjectifs au masculin et au fĂ©minin et au singulier et au pluriel, verbes conjuguĂ©s dans l'ODS, et 1,3 million sur Mots Avec. Sosoknya dikenal luas oleh para kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam HMI di seluruh Indonesia, bahkan yang berada di mancanegara. Meski demikian, jejak pemikiran, sikap, tindakan, dan keteladanannya melampaui batas organisasi memang dia terlahir bukan semata untuk HMI, melainkan untuk Indonesia dan Islam serta untuk umat, bangsa, dan negara. Boleh dibilang ketokohannya melampaui masanya dan tempat di mana dia terlahir, tumbuh, dan hidup. Dalam diri dan perjalanan hidupnya terdapat ibrah yang sangat relevan bagi kita semua termasuk generasi milenial saat ini, yakni merdeka sejak hati, Islam sejak nurani, dan Indonesia sejak ragawi. Maka tidak berlebihan-bahkan mungkin memang menjadi sebuah keharusan-pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional untuknya pada 6 November 2017. Lafran Pane, anak dari pasangan Sutan Pangurabaan dan Gonto terlahir di Sipirok, Padang Sidempuan, Sumatera Utara pada 5 Februari 1922, dan meninggal di Yogyakarta pada 25 Januari 1991. Ayah Lafran merupakan guru, wartawan, dan sastrawan sekaligus salah satu tokoh Muhammadiyah di Sipriok, bahkan pendiri sekolah dan pesantren Muhammadiyah pertama di Sipirok. Sosok Lafran Pane diulas secara lugas, mengalir, jernih, utuh, dan gamblang oleh Ahmad Fuadi dalam novel berjudul Merdeka Sejak Hati. Membaca novel ini ibaratnya kita sedang jumpa muka, pikiran, dan jiwa dengan Lafran. Fuadi membagi jalan cerita dengan 41 pembabakan. Tapi, jika dirangkum, boleh disebut ada enam lokasi kunci pembabakan, yakni Sipirok, Medan, Batavia Jakarta, Yogyakarta, Malang, dan kehidupan Lafran yang dimulai sejak kecil dalam keluarga terpatri dengan lima hal, yakni buku, pergerakan untuk kemerdekaan, Islam, empati terhadap sesama, dan pendidikan. Lintasan kehidupannya juga dipenuhi dan disertai berbagai sosok orang pergerakan di tanah kelahirannya, anak jalanan, preman, pedagang di pasar dan jalanan, sarung dan ring tinju, geng motor, ulama-guru, bahkan tokoh-tokoh penting mulai dari DN Aidit, Soekarno Bung Karno, Mohammad Hatta Bung Hatta, dan Sutan Syahrir, termasuk tentu saja dua kakak kandung Lafran, Sanusi Pane dan Armijn Pane. Juga diceritakan bagaimana Lafran bersinggungan dengan para tokoh pendidikan di Yogyakarta seperti KH Abdul Kahar Muzakkir, Husein Yahya, dan HM Rasyidi, para mahasiswa Sekolah Tinggi Islam STI Yogyakarta dan lintas kampus, para pendiri ashabul awwalun HMI, tokoh-tokoh organisasi kemahasiswaan dan pelajar, tokoh-tokoh organisasi Islam dan nasionalis, tentara dan tokoh tentara terutama Panglima Besar Jenderal Sudirman, para intelektual, dan masih banyak novel Merdeka Sejak Hati seolah kita berada di samping Lafran Pane atau boleh dibilang kita adalah bayangannya di mana saja Lafran ada dan ke mana saja pergi. Ahmad Fuadi mampu menyatukan kepingan-kepingan perjalanan hidup dan sikap; perjuangan sebelum, saat, dan sesudah proklamasi kemerdekaan; dan kecintaan Lafran terhadap rakyat umat, bangsa, negara, dan agama Islam sehingga mengha dirkan goresan sejarah dengan gaya yang unik, apik, mudah dicerna, dan bisa dijadikan contoh oleh para pembaca. Fuadi berhasil menghadirkan Lafran dan jalan hidupnya yang berliku, penuh tantangan, onak dan duri, jatuh dan bangkit kembali, kemudian berjuang memerdekakan pikiran dan jiwa rakyat Indonesia serta meninggikan agama membuat bercampur aduk segala rasa dan perasaan. Salut untuk Fuadi yang mampu mengorkestrai kata demi kata, frasa demi frasa, kalimat demi kalimat, maupun paragraf demi paragraf. Fuadi berhasil “menghidupkan kembali” Lafran Pane. Fuadi juga mampu menghadirkan Lafran sebagai pencinta kopi yang menguasai enam bahasa asing Belanda, China, Prancis, Jerman, Jepang, dan Inggris serta pengajar, pendidik, dan intelektual yang mencintai pendidikan dan ilmu pengetahuan sekaligus penyayang Merdeka Sejak Hati sangat jelas menghimpun Lafran dalam satu tarikan nafas dengan tiga kata saja, yaitu beriman, berilmu, dan beramal. Atau, dengan empat kata lain, yakni kemodernan, keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan yang cocok, berkesesuaian, seirama, dan sejalan. Dari novel ini kita pun bisa mengetahui betapa Lafran-si anak piatu-memiliki pemikiran dan tindakan dalam berbagai aspek yang hingga kini masih dan sangat relevan. Mulai dari karakter seorang pejuang dan petarung dalam menjalani kehidupan. Bicara tentang nilai antikorupsi Lafran, Fuadi bahkan langsung menghadirkannya di awal babak. Nilai tersebut tertuang dalam pernyataan Lafran kepada anaknya, Muhammad Iqbal Pane.“Bagiku, kedudukan itu untuk diamanahkan kepada yang lebih mampu, bukan diperebutkan bagai piala. Agar ada kemajuan, ada progres, agar harkat martabat bangsa ini naik, agar hilang kolusi dan korupsi. Kekuasaan bukan alat untuk memperkaya diri sendiri, tapi untuk memperkaya bangsa. Inilah yang menurutku kebiasaan yang benar. Bukan membenarkan yang biasa.” Tak ada gading yang tak retak. Menurut saya, ada dua catatan kecil untuk novel ini. Pertama , wajah sosok bersepeda di cover novel sepintas bukan seperti Lafran Pane. Tetapi, dari sisi semiotika komunikasi, cover novel ini mampu memperhalus kehadiran HMI dengan tiga warna hijau, hitam, dan putih atau boleh dibilang dua warna saja, hijau dan hitam, menunjukkan Indonesia keindonesiaan lewat warna merah dan putih, dan menghadirkan nuansa kesederhanaan Lafran dengan sepeda , novel ini tidak terlalu mengeksplor tentang persentuhan dan perdebatan pemikiran secara mendalam antara Lafran dengan DN Aidit yang sama-sama teman satu kelas di Taman Siswa Taman Dewasa Raya Batavia dan teman satu organisasi di Gerakan Rakyat Indonesia. Selain itu, persentuhan Lafran dengan Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Syahrir disinggung sekadar saja. Dari sudut pandang berbeda, bagi saya, novel karya Ahmad Fuadi ini berpadu sempurna dengan buku biografi berjudul Lafran Pane Jejak dan Pemikirannya 2010 karya Hariqo Wibawa Satria. Fuadi dan Hariqo, dua alumni Pondok Modern Gontor, Ponorogo, patut mendapat kredit dan apresiasi lebih atas upaya mereka menghadirkan sosok Lafran Pane. Apalagi, karya keduanya berbasis pada riset yang utuh, menyeluruh, dan mendalam. Sekali lagi, kehadiran novel Merdeka Sejak Hati kembali menegaskan bahwa Lafran Pane bukan semata milik HMI, tapi milik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Begitu pun HMI. HMI bukan semata milik HMI, kader, dan alumninya, tapi milik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Karenanya, novel ini layak dibaca oleh siapa pun, apa pun latar belakang sosial, keagamaan, dan pekerjaan, maupun kalangan anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang tua. Bagaimanapun, Lafran Pane dan keteladanannya layak tetap hidup dalam hati, pikiran, dan jiwa putra-putri Bumi Pertiwi Indonesia dan umat Islam di Indonesia. Sebagaimana Hadits “Jika keturunan Adam seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, atau ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.”Hadits Riwayat Muslim. Ya, si Beliung yang kemudian menjadi guru besar ilmu tata negara itu telah meninggalkan tiga perkara itu, terutama amal laluhujurnalis, penulis, dan alumnus HMI Cabang Ciputatdon Accueil Tous les mots DĂ©butant par Terminant par Contenant AB Contenant A & B En positionListe des mots dĂ©butant par Cliquez pour choisir la troisiĂšme lettreCliquez pour enlever la deuxiĂšme lettreCliquez pour changer la taille des motsTous alphabĂ©tique Tous par taille 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Il y a 311 mots dĂ©butant par KAKA KABARDE KABARDES KABARY KABARYS KABBALE KABBALES KABBALISTE KABBALISTES KABBALISTIQUE KABBALISTIQUES KABIC KABICS KABIG KABIGS KABIYE KABIYES KABOULI KABOULIE KABOULIEN KABOULIENNE KABOULIENNES KABOULIENS KABOULIES KABOULIS KABUKI KABUKIS KABYE KABYES KABYLE KABYLES KACHA KACHAS KACHE KACHES KACHKEIS KADAIF KADAIFS KADDISH KADDISHS KADI KADIS KAFIR KAFIRS KAFKAIEN KAFKAIENNE KAFKAIENNES KAFKAIENS KAGOU KAGOUS KAINITE KAINITES KAIROUANAIS KAIROUANAISE KAIROUANAISES KAISER KAISERS KAKAPO KAKAPOS KAKATOES KAKAWI KAKAWIS KAKEMONO KAKEMONOS KAKI KAKIS KALACH KALACHNIKOV KALACHNIKOVS KALACHS KALANCHOE KALANCHOES KALE KALEIDOSCOPE KALEIDOSCOPES KALEIDOSCOPIQUE KALEIDOSCOPIQUES KALES KALI KALICYTIE KALICYTIES KALIEMIE KALIEMIES KALIS KALIUM KALIUMS KALMIA KALMIAS KALMOUK KALMOUKE KALMOUKES KALMOUKS KAMALA KAMALAS KAMI KAMICHI KAMICHIS KAMIKAZE KAMIKAZES KAMIS KAMISHIBAI KAMISHIBAIS KAMMERSPIEL KAMMERSPIELS KAMPALAIS KAMPALAISE KAMPALAISES KAMPTOZOAIRE KAMPTOZOAIRES KAN KANA KANAK KANAKE KANAKES KANAKS KANANGAIS KANANGAISE KANANGAISES KANAS KANAT KANATS KANDJAR KANDJARS KANDJLAR KANDJLARS KANGLAR KANGLARS KANGOUROU KANGOUROUS KANJI KANJIS KANNARA KANNARAS KANOUN KANOUNS KANS KANTIEN KANTIENNE KANTIENNES KANTIENS KANTISME KANTISMES KANTISTE KANTISTES KAOLACKOIS KAOLACKOISE KAOLACKOISES KAOLIANG KAOLIANGS KAOLIN KAOLINIQUE KAOLINIQUES KAOLINISA KAOLINISAI KAOLINISAIENT KAOLINISAIS KAOLINISAIT KAOLINISAMES KAOLINISANT KAOLINISAS KAOLINISASSE KAOLINISASSENT KAOLINISASSES KAOLINISASSIEZ KAOLINISASSIONS KAOLINISAT KAOLINISATES KAOLINISATION KAOLINISATIONS KAOLINISE KAOLINISEE KAOLINISEES KAOLINISENT KAOLINISER KAOLINISERA KAOLINISERAI KAOLINISERAIENT KAOLINISERAIS KAOLINISERAIT KAOLINISERAS KAOLINISERENT KAOLINISEREZ KAOLINISERIEZ KAOLINISERIONS KAOLINISERONS KAOLINISERONT KAOLINISES KAOLINISEZ KAOLINISIEZ KAOLINISIONS KAOLINISONS KAOLINITE KAOLINITES KAOLINS KAON KAONS KAPO KAPOK KAPOKIER KAPOKIERS KAPOKS KAPOS KAPPA KARACHITE KARACHITES KARAITE KARAITES KARAKUL KARAKULS KARAOKE KARAOKES KARATE KARATEKA KARATEKAS KARATES KARBAU KARBAUS KARBAUX KARCHER KARCHERS KAREN KARENS KARIOKINESE KARIOKINESES KARITE KARITES KARKADE KARKADES KARMA KARMAN KARMANS KARMAS KARMIQUE KARMIQUES KAROSHI KAROSHIS KARPATIQUE KARPATIQUES KARST KARSTIFICATION KARSTIFICATIONS KARSTIQUE KARSTIQUES KARSTS KART KARTING KARTINGS KARTS KAS KASAIEN KASAIENNE KASAIENNES KASAIENS KASCHER KASCHERE KASCHERES KASCHERS KASHER KASHERE KASHERES KASHERS KASHROUT KASHROUTS KASSITE KASSITES KAT KATA KATAKANA KATAKANAS KATANA KATANAS KATANGAIS KATANGAISE KATANGAISES KATAS KATCHINA KATCHINAS KATHAK KATHAKALI KATHAKALIS KATHAKS KATIOUCHA KATIOUCHAS KATS KAVA KAVAS KAWA KAWAI KAWAII KAWAIIS KAWAIS KAWAS KAWI KAWIS KAYAC KAYACS KAYAK KAYAKABLE KAYAKABLES KAYAKISTE KAYAKISTES KAYAKS KAZAKH KAZAKHE KAZAKHES KAZAKHS KAZAKHSTANAIS KAZAKHSTANAISE KAZAKHSTANAISES KAZATCHOK KAZATCHOKSListe conforme Ă  la huitiĂšme Ă©dition du dictionnaire officiel du la liste Liste prĂ©cĂ©dente Liste suivanteVoyez cette liste pour Le Wikitionnaire francophone 2103 motsLe scrabble en anglais 637 motsLe scrabble en espagnol aucun motLe scrabble en italien 87 motsLe scrabble en allemand 8720 motsLe scrabble en roumain 286 mots

kata kata lafran pane